30 November 2024 - 02:37
Gaza Menghadapi Pemboman Terburuk Sejak Perang Dunia II

UNRWA dalam pernyataannya untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina menekankan kesulitan yang dihadapi pengungsi Palestina.

Menurut Kantor Berita Internasional Ahlulbait - ABNA - Badan Pengungsi Palestina PBB (UNRWA) pada Jumat (29/11) mengumumkan bahwa Gaza mengalami pemboman terburuk terhadap warga sipil sejak Perang Dunia II.  

UNRWA dalam pernyataannya untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina menekankan masalah yang dihadapi pengungsi Palestina dan mencatat bahwa ini adalah krisis pengungsi dan pengungsi yang belum terpecahkan terpanjang di dunia.  Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa tahun lalu, Gaza mengalami pemboman terburuk terhadap warga sipil sejak Perang Dunia II.  

Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina yang diakui oleh PBB sejak tahun 1977 ditetapkan berdasarkan Resolusi 181 yang disetujui oleh Majelis Umum PBB pada 29 November 1947.   Rezim Zionis menyerang Jalur Gaza setelah operasi kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang mengakibatkan lebih dari 44.000 orang syahid, termasuk wanita dan anak-anak, serta lebih dari 150.000 warga Palestina terluka.  

Tahun kedua genosida di Gaza menghadapi kecaman internasional yang semakin meningkat, dan pejabat serta lembaga menganggap serangan ini dan pencegahan pengiriman bantuan sebagai upaya sengaja rezim Zionis untuk menghancurkan bangsa Palestina.  

Pekan lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu Perdana Menteri rezim Zionis dan Yoav Gallant mantan Menteri Pertahanan rezim ini karena kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.